Terusir Dari Kontrakan Karena Tak Mampu Bayar, Kakek Ini Meninggal di Tengah Jalan

0
19

Jateng — Negeri kita Orang bilang tanah kita tanah surga,.Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Sepertinya hanya selogan tanpa makna, buktinya di negeri Indonesia yang katanya kaya dan makmur itu masih ada, kisah si miskin yang terlantar. Bahklan harus merenggang nyawa di tengah jalan, lantaran tak mampu membayar kontrakan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, dimana warganet dibuat miris dengan kisah seorang kakek asal Purworejo, Jawa Tengah yang meninggal dunia tak lama setelah diusir lantaran tak mampu bayar uang sewa kontrakan. Dalam perjalanan mencari tempat bermalam atau hanya untuk sekadar berteduh, pria tua itu meninggal mendadak di tengah jalan.

Kisah memilukan, dan menyedihkan yang terjadi dinegeri yang katanya kaya raya ini, dibagikan oleh pemilik akun facebook Yuni Rusmini pada Minggu 23 Desember 2018 lalu. Pada postingannya, Yuni menyebut, lantaran kehabisan uang dan tak sanggup membayar kontrakan di Kelurahan Lebo Gringsing, Kendal, kakek tersebut diminta meninggalkan kontrakanya Sabtu sore.

Namun ironisnya, beliau meninggal dunia saat tiba di wilayah Salakan, Weleri, Kendal, Jawa Tengah sekitar pukul 18.15 WIB dalam perjalanan mencari tempat bermalam. Yang lebih menyedihkan lagi, jenazahnya sempat telantar karena namanya tidak terdaftar di data kependudukan setempat.

“Kedua anaknya mengangkut jenazah orangtua mereka menggunakan bentor (becak motor-red) dan meminta tolong jamaah pengajian di Masjid Ulul Albab, Karaganom Weleri yang sedianya mereka berniat menempatkan jenazah di gubuk pembuatan bata sebelah masjid sambil menuggu pagi,” tulis Yuni, seperti dikutip dari MaklumatNews.com

Lantaran jamaah pengajian itu bukan warga setempat, mereka hanya bisa mengarahkan agar meminta bantuan ke pihak berwajib agar lebih mudah mengurus jenazahnya.

Beruntung setelah lamanya berkeliling kampung, jasad pria tua itu akhirnya bisa dimakamkan pada Minggu 23 Desember 2018 pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Info terakhir jenazah sudah dimakamkan bareng-bareng oleh relawan, Babinsa, Babinkamtibnas, komunitas dan masyarakat setempat. Semoga almarhum khusnul khotimah. Amiin ya robbal alamiin,” tulis Yuni mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here