Sambut Hari Juang Kartika, Helly Apache Akan Dipamerkan di Ambarawa

0
64

Semarang – Ambarawa merupakan salah satu tempat bersejarah yang penting dan fenomenal bagi bangsa Indonesia. Peristiwa besar perang antara pejuang yang dipimpin Pangsar Jenderal Soedirman dalam peristiwa Palagan Ambarawa dengan yang kondisi tentara pejuang (TNI AD) saat itu masih menggunakan persenjataan tradisional, namun mampu membuat tentara Belanda bertekuk lutut di Ambarawa.

Kemenangan yang didapat itu, karena didorong oleh semangat patrotisme yang membara yang terus dikobarkan dalam semangat perlawanan mengusir Belanda.

Melihat situasi yang dihadapi dan kondisi medan di wilayah Ambarawa, Pangsar Jenderal Soerdirman berupaya mencari taktik jitu untuk melumpuhkan Belanda. Dengan menggunakan taktik Supit Urang (pengepungan rangkap dari dua sisi yang membuat musuh betul-betul terkurung dan tidak bisa keluar), tentara Belanda dapat dilumpuhkan. Peristiwa yang dikenal dengan Palagan Ambarawa ini membuat Belanda berpikir ulang untuk berperang melawan tentara Indonesia.

Untuk itulah, peristiwa Palagan Ambarawa telah menginspirasi TNI AD dan dijadikan sebagai Hari Juang Kartika (HJK) yang diperingati setiap tanggal 15 Desember.

Tak hanya itu, peringatan “Hari Juang Kartika” juga merupakan suatu sarana untuk mengenang kembali sejarah lahir dan perjuangan TNI AD sehingga diharapkan dapat memupuk semangat dan jiwa korsa prajurit-prajurit TNI AD dalam meningkatkan pengabdian kepada negara dan bangsa.

Peringatan Hari Juang Kartika tahun 2018 perlu dijadikan momentum strategis untuk introspeksi dan mengekspresikan diri tentang peran yang diberikan serta dalam rangka mewujudkan TNI AD yang profesional, berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima.

Disoal peringatan HJK tahun 2018, Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Arh Zaenudin, S.H, M.Hum mengatakan, peringatan HJK tahun ini masing-masing Kotama/Kodam telah